20 Cara Mengekspresikan Empati Kepada Pelanggan Anda

20 Cara Mengekspresikan Empati Kepada Pelanggan Anda

Setiap pemilik bisnis memiliki seperangkat alat manajemen hubungan pelanggannya sendiri. Mari kita lihat 20 cara sederhana yang menjaga jalur komunikasi tetap mengalir antara pemilik merek dan pelanggan. Berikut adalah cara untuk mengekspresikan empati kepada pelanggan Anda.

1. Pemahaman

Memahami klien adalah hal yang utama. Jika seorang pemilik bisnis tidak mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, dia dapat mencium keuntungannya. Tidak ada yang lebih menyebalkan bagi kepuasan pelanggan selain pemilik bisnis yang merendahkan.

2. Pengetahuan

Basis pengetahuan pemilik bisnis harus tepat. Meskipun tujuan utamanya adalah membuat kesepakatan, keahlian yang terbatas atau tidak ada sama sekali akan menjadi akhir dari permainan. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan, tidak ada gunanya mendirikan toko.

3. Dengarkan Apa yang Dikatakan Pelanggan

Mendengarkan adalah pertimbangan penting dalam industri layanan pelanggan. Pelanggan selalu mengharapkan pemilik bisnis untuk mendengarkan mereka. Cara terbaik untuk menjaga jalur komunikasi dan kepuasan pelanggan tetap mengalir adalah dengan mencatatnya dan mengambilnya dari sana.

4. Umpan Balik

Metode paling kritis dalam bisnis adalah agar pemiliknya terbuka terhadap saran yang dibuat oleh basis target. Ini memberi pemilik merek ide yang adil bagaimana berimprovisasi dan membawa bisnis ke tingkat berikutnya.

5. Respon Cepat

Pelanggan mengharapkan tanggapan yang cepat atas pertanyaan. Jika pelanggan yang marah ingin mengatakan sesuatu, dengarkan orang tersebut dan cari solusi yang bisa diterapkan. Ini memastikan transparansi dan loyalitas merek.

6. Menjaga Kesopanan

Apakah pelanggan selalu benar? Tidak selalu. Begitu pula dengan pemilik merek. Untuk menjaga hubungan yang baik, kesopanan harus diikuti di kedua sisi tentunya. Pemilik merek tidak boleh mencoba untuk mencetak poin brownies dan membuktikan rasa semangat.

7. Bergerak Maju

Berpikir di luar kebiasaan memastikan bahwa nilai merek tetap pada intinya. Sebagai langkah penting untuk mengetahui dan menganalisis bahwa hubungan antara pelanggan pemilik merek sedang naik turun.

8. Memperbaiki Gangguan

Jika ada masalah mencolok dengan produk / layanan, itu harus segera diperbaiki. Seorang pemilik merek terbuka untuk saran dengan mengatasi gangguan akan membawa Perusahaan ke tingkat berikutnya.

9. Apresiasi

Rasa hormat telah mengubah segalanya. Dengan menghormati kebutuhan pelanggan, pemilik merek dan pelanggan akan memiliki hubungan yang baik. Intinya adalah pemilik harus menghormati dalam setiap konteks – tidak pernah meremehkan.

10. Persaingan

Mengetahui apa yang akan dilakukan oleh pesaing adalah latihan yang belum sempurna dalam manajemen hubungan pelanggan. Ini juga menyediakan lensa bersudut lebar bagi perusahaan untuk meningkatkan prospeknya dengan alat yang berpusat pada pelanggan yang mudah diterapkan.

11. Bersikap Prasangka

Jangan pernah berasumsi bahwa sebagai pemilik bisnis Anda memiliki semua jawaban. Menjadi praduga tentang klien, secara umum, dapat mengambil keputusan yang tegas. Banyak perusahaan melakukan kesalahan dan akhirnya kehilangan banyak waktu. Ini dapat menyebabkan reaksi berantai negatif.

12. Asah Ego

Tetap unggul dalam permainan. Sebagai entitas yang digerakkan oleh pelanggan, tujuan bersikap tegas kepada klien akan membuat percakapan tetap berjalan. Dari sudut pandang pelanggan, ketika sebuah perusahaan memiliki banyak pilihan, pelanggan yang tersedia akan kembali lagi.

13. Gratis

Banyak perusahaan menawarkan barang gratis. Ini memungkinkan apakah pelanggan tertarik dengan produk / layanan atau tidak. Latihan sederhana dalam pemasaran dan manajemen yang berpusat pada pelanggan ini mendorong tawar-menawar yang besar dan memastikan loyalitas merek dan kepuasan pelanggan selama bertahun-tahun.

14. Branding Artis

Pengesahan dari tokoh terkenal dapat melambungkan bisnis ke tingkat berikutnya. Ini juga memastikan sudut empati dalam sudut hubungan pelanggan saat klien bergerak menuju merek yang menunjukkan janji karena branding selebriti.

15. Positif

Metodologi positif selalu memenangkan hati orang. Seorang manajer dari departemen layanan pelanggan harus memancarkan aura yang baik. Dengan memastikan garis positif dalam dialog, itu memungkinkan kelancaran.

16. Berpikirlah seperti Pelanggan

Tempatkan diri Anda di kursi pelanggan. Jika Anda melihat ada sesuatu yang kurang dalam produk / layanan, selesaikan masalahnya. Kemungkinan besar, semuanya mungkin beres.

17. Murah Senyum

Senyuman mengatakan banyak hal, seperti halnya bahasa tubuh. Ketika seorang pelanggan mengunjungi sebuah perusahaan, senyum ramah membuka jalan ke dialog yang sehat dan kuat antara bisnis dan pelanggan.

18. Penerimaan

Jika ada masalah dengan layanan atau produk, terimalah dengan kasih karunia, bahwa merek mungkin salah. Menempatkan tanggung jawab pada pelanggan tidaklah benar. Kendalikan amarah Anda.

19. Bahasa

Komunikasi memainkan peran penting. Sinyal campuran tidak pernah membantu mempertahankan loyalitas merek. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada yang hilang dalam terjemahan. Nada yang tepat menunjukkan banyak hal.

20. Garansi

Ketika pelanggan yang marah membuat keluhan, buat catatan dan tawarkan jaminan. Itu tidak berakhir di situ, pertimbangkan masalahnya dan bersihkan lipatannya. Ini akan terbukti bermanfaat di telepon.

20 cara yang disebutkan memang mengungkapkan empati kepada pelanggan. Mengikuti langkah-langkah sederhana ini akan membuat pelanggan senang.

Related Post